Text
IMPLEMENTASI METODE KISAH UNTUK MENINGKATKAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS 2 SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PURBARATU KOTA TASIKMALAYA
Intan Nuraeni
NIM: 2101309
IMPLEMENTASI METODE KISAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS 2 SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PURBARATU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas 2 Sekolah Dasar Negeri 1 Purbaratu Kota Tasikmalaya. Salah satu penyebab utama dari permasalahan konvensional, seperti ceramah, yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Akibatnya, siswa cenderung pasif, kurang memahami materi secara mendalam, dan tidak termotivasi untuk mengikuti pelajaran. Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, salah satunya adalah metode kisah atau qishah. Metode ini dianggap mampu menyampaikan materi ajar dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa karena menggunakan pendekatan cerita yang mengandung nilai-nilai moral dan keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi metode kisah dalam pembelajaran PAI, mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap hasil belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan metode ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru PAI kelas 2 dan dua orang siswa sebagai representasi peserta didik. Penelitian dilakukan secara langsung di SDN 1 Purbaratu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode kisah dalam pembelajaran PAI di kelas 2 SDN 1 Purbaratu berjalan cukup efektif. Guru menggunakan media pendukung seperti video animasi islami dan gambar ilustrasi untuk memperkuat penyampaian cerita. Siswa memberikan respon yang sangat positif, terlihat dari antusiasme mereka dalam mendengarkan cerita, kemampuan mereka untuk menceritakan kembali kisah yang disampaikan, serta meningkatnya partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Adapun faktor pendukung dalam implementasi metode kisah adalah kesiapan guru, ketersediaan media pembelajaran, dan karakteristik siswa yang senang dengan cerita. Sementara itu, faktor penghambat yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya referensi cerita yang bervariasi dan kondisi kelas yang kadang tidak kondusif.
Kata kunci : Metode kisah, Pendidikan Agama Islam, hasil belajar, pembelajaran aktif, siswa sekolah dasar.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain