Text
ANALISIS KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT BUYA YAHYA ZAINUL MA'ARIF DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM KH. BUSTHOMI
Erina Gisa Dalia
NIM:2101294
Analisis Konsep Kebahagiaan Menurut Buya Yahya Zainul Ma’arif Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kh.Busthomi Awipari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kebahagiaan menurut Buya Yahya Zainal Ma’arif dan relevansinya terhadap pendidikan Islam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Busthomi. Dalam pandangan Buya Yahya, kebahagiaan sejati tidak diukur dari pencapaian duniawi semata seperti kekayaan atau jabatan, melainkan dari kedekatan hati seorang hamba dengan Allah SWT. Terdapat empat unsur penting dalam kebahagiaan menurut Buya Yahya, yaitu spiritualitas, ketaatan, keikhlasan, dan kesederhanaan. Spiritualitas menjadi fondasi utama kebahagiaan, di mana hati yang senantiasa mengingat Allah akan merasakan ketenangan yang hakiki. Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya menciptakan arah hidup yang jelas dan damai. Keikhlasan dalam beramal menjauhkan manusia dari sikap riya dan menghadirkan ketenangan batin. Sementara itu, kesederhanaan dalam hidup membantu manusia merasa cukup dan terhindar dari kelelahan mengejar hal-hal duniawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi lapangan. Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Busthomi, nilai-nilai kebahagiaan menurut Buya Yahya ini direlevansikan melalui pembinaan keagamaan, pendidikan akhlak, serta penanaman kesederhanaan dalam kehidupan santri sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep kebahagiaan yang berbasis spiritualitas dan nilai-nilai Islam mampu membentuk kepribadian santri yang tenang, ikhlas, dan berakhlak mulia.
Kata Kunci: Kebahagiaan, Buya Yahya, Spiritualitas, Pendidikan Islam, Pondok
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain