Text
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI SMA PASUNDAN I TASIKMALAYA
San Julia Restu
NIM: 2101076
Email:restusanjulia@Gmail.com
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Tasikmalaya
Moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, damai, dan menghargai keberagaman. Di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini. SMA Pasundan 1 Tasikmalaya menjadi salah satu contoh sekolah yang berhasil menghidupkan praktik moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, dan siswa sebagai sumber data utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penanaman nilai moderasi beragama dilakukan melalui tiga jalur, yaitu: strategi kurikuler, intrakurikuler, dan ekstrakurikuler. Pada ranah kurikuler, guru menyampaikan materi tentang toleransi dan keberagaman melalui diskusi aktif, studi kasus, dan penguatan ayat-ayat Al-Qur'an seperti QS. Al-Baqarah: 143. Dalam kegiatan intrakurikuler, guru memberikan keteladanan dan pembinaan karakter melalui pendekatan kontekstual dan penyelesaian konflik secara damai. Sedangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler, nilai-nilai moderasi beragama diaplikasikan secara konkret melalui kegiatan Pramuka yang melatih empati, kerjasama lintas agama, dan penghargaan terhadap perbedaan.
Program-program seperti pembelajaran agama sesuai keyakinan siswa, penyediaan ruang ibadah lintas agama, serta dukungan dari pihak eksternal seperti pesantren dan gereja menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi moderasi beragama. Adapun catatan pengembangan ke depan adalah perlunya penyusunan program lintas iman secara formal dan modul pembelajaran moderasi. Dengan demikian, SMA Pasundan 1 Tasikmalaya dapat dijadikan model dalam membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Kata Kunci: Strategi Guru PAI, Moderasi Beragama, Kurikuler, Intrakurikuler Dan Ekstrakurikuler
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain