Text
UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER KEDISIPLINAN BUDAYA ANTRI ANAK USIA 3-4 TAHUN DENGAN METODE HABIT FORMING (STUDI ANALISI DESKRIPTIF DI RA PERSIS 38 GANDOK I BUNGURSARI KOTA TASIKMALAYA)
Firda Fajriyah
NIM: 1907172
email fajriahfirda15@gmail.com
Program Studi Pendidikan islam anak usia dini (PIAUD)
Disiplin merupakan salah satu karakter yang perlu ditanamkan sejak dini. Tujuan disiplin menurut Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, ialah membuat anak didik tersebut terkontrol dalam menjalankan sebuah kegiatan. Tujuan dari disiplin itu tidak akan berhasil, apabila tidak dibarengi dengan usaha yang dilakukan oleh guru ataupun orangtua baik itu melalui pembiasaan atau melalui keteladanan.
Habit forming (pembiasaan) ialah model pembelajaran yang paling konsisten dan terprogram. Model pembelajaran habit forming dikenal juga dengan model pembelajaran pembiasaan. Model pembelajaran habit forming (pembiasaan) bertujuan untuk lebih mengaktifkan siswa dalam mengikuti pembelajaran secara terus-menerus dan berulang-ulang berdasarkan tujuan pembelajaran sehingga siswa menjadi lebih terbiasa.
Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 3-4 tahun di RA persis 38 yang berjumlah 7 orang. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penilaian rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) pada siklus I dengan rata-rata 1 sebanyak 75%, rata-rata 2 sebanyak 75%, rata-rata 3 sebanyak 62,5% dan rata-rata 4 sebanyak 66,60% dengan total skor akhir sebanyak 69,7%. Ketercapaian penilaian RPPH cukup. Sedangkan penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) pada siklus II dengan rata-rata 1 sebanyak 91,6%, rata-rata 2 sebanyak 87,5%, rata-rata 3 sebanyak 87,5% dan rata-rata 4 sebanyak 83,3% mengalami peningkatan dengan total skor akhir sebanyak 87,4%. Ketercapaian penilaian RPPH baik sekali.
Berdasarkan hasil tindakan di pratindakan dalam meningkatkan kedisiplinan anak 3-4 tahun dalam budaya antri dengan metode habit forming (pembiasaan) persentase anak yang Belum Berkembang (BB) 71% dan Mulai Berkembang 29%, pada siklus I sebesar 14% belum berkembang (BB) dan 85% mulai berkembang (MB) Pada siklus II 43% dan berkembang sesuai harapan (BSH) 57% berkembang sangat baik (BSB). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode habit forming (pembiasaan) dapat mempengaruhi anak usia 3-4 tahun dalam meningkatkan karakter kedisiplinan anak.
Kata kunci: kedisiplinan anak, habit forming (pembiasaan).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain