Text
PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DENGAN INTEGRASI NILAI ISLAM MODERAT DAN RELEVANSINYA TERHADAP KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI PENELITIAN DI SDIT FATHUL ISLAM, CIKARANG TIMUR, BEKASI)
Rahmat Firman, Aa,
NIM: 22201007
"Pemikiran Ki Hajar Dewantara Dengan Integrasi Nilai Islam Moderat Dan Relevansinya Terhadap Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SDIT Fathul Islam Cikarang Timur, Bekasi". Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya. Pembimbing I: Dr. Dede Aji Mardani, M.E.Sy., Pembimbing II: Dr. Ade Zainul Muttaqin, M.Ag.
Dekadensi moral para peserta didik di zaman teknologi yang semakin canggih, menjadi hal yang paling mengkhawatirkan untuk masa depan bangsa, terutama kejujuran, tanggungjawab, disiplin, empati dan toleransi. Peserta didik banyak diperbudak oleh teknologi. Hal ini bisa terjadi karena minimnya peran orang tua yang selalu merasa sibuk, para pendidik yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban untuk mengajar, cenderung mengabaikan kebutuhan belajar peserta didik, padahal orang tua dan sekolah adalah peranan penting untuk mengawasi dan membimbing sebagai fasilitator dan motivator untuk peserta didik dalam proses belajar. Kurikulum sekolah Islam yang seharusnya bisa memberikan dampak positif bagi peserta didik melalui kreatifitas pendidik dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan etika sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi atas keresahan para orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan di sekolah yang menjunjung tinggi adab, akhlak (budi pekerti), bakat dan minatnya bisa terimplementasi, dengan mengambil topik menuntun peserta didik dengan Islam Moderat untuk menjadi generasi beradab, berakhlak, beriman dan berilmu. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip-prinsip pendidikan Dewantara seperti "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani" dapat diselaraskan dengan ajaran Islam yang mengedepankan toleransi, keseimbangan, dan wawasan luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, tetapi juga membentuk karakter siswa yang holistik, berakhlakul karimah, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan pemahaman keislaman yang moderat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kurikulum PAI yang lebih relevan dan kontekstual di SDIT Fathul Islam, serta menawarkan model pendidikan yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan Islam lainnya untuk menciptakan generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter kuat, dan moderat dalam beragama.
Kata kunci: Islam Moderat, Ki Hajar Dewantara, Pendidikan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain