Text
PENDIDIKAN LIFE SKILL BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM UNTUK MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA SANTRI (STUDI DESKRIPTIF ANALITIS PADA PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA II DESA BAYASARI KECAMATAN JATINAGARA KABUPATEN CIAMIS)
Yusup Maulana
NIM: 22201025
alkizziasli@gmail.com
Institut Agama Islam Tasikmalaya. PENDIDIKAN LIFE SKILL BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM UNTUK MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA SANTRI (Studi Deskriptif Analitis pada Pondok Pesantren Miftahul Huda Dua Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis)
Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren pada BAB II Pasal 3, fungsi pesantren ialah membentuk individu yang unggul di berbagai bidang yang memahami dan mengamalkan nilai ajaran agamanya dan atau menjadi ahli ilmu agama yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, mandiri, tolong-menolong, seimbang, dan moderat, membentuk pemahaman agama dan keberagamaan yang moderat dan cinta tanah air serta membentuk perilaku yang mendorong terciptanya kerukunan hidup beragama; dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berdaya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan warga negara dan kesejahteraan sosial masyarakat. Namun dalam praktiknya dalam meningkatkan kualitas hidup perlu adanya pelatihan dan pembiasaan agar life skill yang dimiliki disertai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menjelaskan latar belakang Pesantren Miftahul Huda Dua menerapkan Pendidikan Life Skill Berbasis Nilai-nilai Islam. 2) Menjelaskan tujuan Pesantren Miftahul Huda Dua menerapkan Pendidikan Life Skill Berbasis Nilai-nilai Islam. 3) Menjelaskan Nilai-nilai Islam yang menjadi basis dalam Pendidikan Life Skill. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap pimpinan umum pesantren, santri yang menjalankan program pendidikan life skill dan juga alumni yang pernah menjalankan program pendidikan life skill. Selain itu dilakukan juga observasi dan pengumpulan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penelitian. Hasil dari penilitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran sebagai pemberi regulasi dan juga menyediakan tempat pendidikan bagi santri, pendidikan diberikan kepada santri yang sudah selesai menjalankan pendidikan formal, penempatan disesuaikan dengan arahan penanggungjawab dengan persetujuan orangtua, nilai-nilai Islam yang menjadi acuan adalah sepuluh karakteristik santri yang merupakan amanah dari pendiri Pondok Pesantren, faktor pendukungnya adalah lokasi pesantren yang luas dan juga banyaknya tempat yang bisa digunakan, untuk faktor penghambatnya adalah tidak adanya regulasi jelas mengenai masa jabatan sehingga terkadang seniornya mukim sebelum mengajarkan sepenuhnya.
Kata Kunci : Pesantren, Pendidikan Life Skill, Wirausaha
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain