Text
IMPLEMENTASI METODE TAHSIN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BACAAN AL-QUR'AN PADA MATA PELAJARAN AL-QUR'AN HADIST DI KELAS V MI CIPICUNG
Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap peserta didik di madrasah ibtidaiyah. Namun, pada kenyataannya, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah makharijul huruf, hukum bacaan tajwid, serta panjang-pendek ( mad) bacaan. Permasalahan tersebut juga terjadi di kelas V MI Cipicung, di mana sebagian besar siswa belum memilikivketerampilan membaca Al-Qur’an secara tartil dan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi metode Tahsin sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist, sekaligus menganalisis sejauh mana efektivitas metode tersebut dalam memperbaiki kesalahan bacaan siswa, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Experiental Learning yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung, yaitu praktik membaca Al-Qur’an secara berulang dengan bimbingan guru. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Cipicung yang berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data meliputi obervasi terhadap proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil praktik membaca Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tahsin dilaksanakan melalui tahapan pemberian materi tajwid secara bertahap, pembiasaan membaca dengan makhrijul huruf yang tepat, bimbingan praktik bacaan secara individual, serta evaluasi berkelanjutan. Implementasi metode Tahsin terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap makhraj huruf, hukum bacaan (tajwid), serta penguasaan panjang pendek bacaan sehingga kualitas bacaan siswa menjadi lebih baik dan mendekati bacaan tartil. Dengan demikian, penerapan metode Tahsin berbasis pendekatan Experiental Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa di tingkat sekolah dasar, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru,madrasah, dan pihak terkait dalam mengembangkan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terarah,tersrtuktur, dan aplikatif.
Kata Kunci: Metode Tahsin, Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Tajwid, Experiental Learning.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain