Text
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA TANGAN PADA USIA 4-5 TAHUN DI RA AL-FALAH
Penelitian ini membahas tentang upaya meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun melalui metode bercerita dengan media boneka tangan. Media boneka tangan merupakan boneka yang dimainkan dengan menggunakan tangan sehingga dapat digerakkan untuk menampilkan tokoh-tokoh tertentu dalam sebuah cerita. Penggunaan media ini membuat kegiatan bercerita menjadi lebih menarik, hidup, dan menyenangkan, serta mampu menarik perhatian anak untuk lebih fokus menyimak cerita. Media ini juga memungkinkan anak tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi berinteraksi langsung dengan cerita, misalnya menirukan percakapan dan menjawab pertanyaan tokoh boneka, sehingga dapat meningkatkan fokus, kemampuan menyimak, kosakata, dan keberanian berbicara anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok A usia 4-5 tahun, 1 orang kepsek dan 2 orang guru.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan menyimak anak yang signifikan. Rata-rata persentase kemampuan menyimak meningkat dari 29,8% pada pratindakan menjadi 54,4% pada siklus I dan mencapai 77,4% pada siklus II. Kinerja pendidik juga meningkat dari 70% pada siklus I menjadi 86,66% pada siklus II. Perbaikan yang dilakukan meliputi penataan tempat duduk setengah lingkaran, penambahan variasi tokoh boneka tangan, pemberian motivasi berupa stiker penghargaan, pemendekan durasi cerita dengan sesi interaktif, serta pendampingan individual.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa metode bercerita dengan media boncka tangan efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun di RA Al-Falah Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain