Text
PENGARUH TINGKAT PENERAPAN MANAJEMEN KELAS PREVENTIF TERHADAP PERILAKU DISRUPTIF SISWA DI SDIT IDRISIYYAH PURBARATU TASIKMALAYA
Pengaruh Tingkat Penerapan Manajemen Kelas Preventif Terhadap Perilaku Disruptif Siswa di SDIT Idrisiyyah Purbaratu Tasikmalaya. Skripsi. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, 2026.
Degradasi moral dan perilaku disruptif siswa dipandang sebagai salah satu aspek yang dapat mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan manajemen kelas preventif oleh guru, tingkat perilaku disruptif siswa, serta seberapa besar pengaruh penerapan manajemen kelas preventif terhadap perilaku disruptif siswa di SDIT Idrisiyyah Purbaratu Tasikmalaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal melalui metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III, IV, dan V yang berjumlah 49 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket dengan skala Likert serta metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi linear sederhana berbantuan aplikasi SPSS 25 Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan manajemen kelas preventif oleh guru berada dalam kategori sedang sebesar 67,3%. (2) Karakteristik perilaku disruptif siswa berada dalam kategori sedang sebesar 67,3% yang dominan muncul meliputi off-task behavior, talking out of turn, dan disrupting others. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan manajemen kelas preventif terhadap perilaku disruptif siswa. Hal ini dibuktikan melalui uji-T yang menghasilkan nilai T hitung > T tabel (3,049 > 1,678) dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05, serta persamaan regresi Y = 30,773 + 0,535X. (4) Nilai koefisien determinasi (R^2) menunjukkan kontribusi pengaruh manajemen kelas preventif terhadap perilaku disruptif siswa adalah sebesar 16,5%, sedangkan sisa 83,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar fokus penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu lebih konsisten menetapkan kontrak sosial dan memvariasikan strategi pembelajaran guna menekan perilaku disruptif siswa
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain