Text
ANALISIS PERAN GURU KELAS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTADIDIK KELAS IV SDN SINDANGSARI KEC. JATIWARAS KAB. TASIKMALAYA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter religius awal peserta didik kelas IV SDN Sindangsari, mengetahui proses pembentukan karakter religius peserta didik kelas IV SDN Sindangsari, mengetahui peran guru kelas dalam pembentukan karakter religius peserta didik kelas IV SDN Sindangsari dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung guru kelas dalam pembentukan karakter religius peserta didik kelas IV SDN Sindangsari. Penelitian ini dilakukan di SDN Sindangsari. Peran guru adalah suatu aktivitas guru yang dilakukan dalam rangka mendidik, membimbing, memberi motivasi dan mengevaluasi serta melakukan transfer of knowledge dan transfer of value, kepada peserta didik sesuai dengan kemampuan dan keprofesionalan yang dimiliki. Karakter religius peserta didik adalah perilaku dan sikap peserta didik yang mencerminkan ketaatan dalam beribadah, akhlak mulia dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembentukan karakter Thomas Lickona. Analisis datanya menggunakan prosedur reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti tentang Peran Guru Kelas dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Kelas IV SDN Sindangsari diantaranya yaitu temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pembentukan karakter religius peserta didik kelas IV SDN Sindangsari melalui dua proses, yaitu proses pembelajaran/pemahaman dan proses pembiasaan. Dalam proses pembelajaran, guru memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait cara berperilaku yang baik; Dalam proses pembiasaan, peserta didik dibiasakan untuk mengikuti berbagai program pembentukan karakter religius yang tediri dari program harian, mingguan dan tahunan. 2) Sebagai seorang pendidik, guru memberikan contoh/teladan kepada peserta didik; sedangkan sebagai seorang pembimbing. guru selalu ikut serta dalam berbagai program keagamaan dan pembiasaan lainnya; sebagai seorang motivator, guru selalu memberikan arahan/dorongan kepada peserta didik dalam berbagai pembiasaan; sebagai evaluator, guru memberikan teguran langsung kepada peserta didik, jika ada siswa yang tidak tertib. 3) Faktor penghambat bagi guru dalam pembentukan karakter religius adalah karakter peserta didik itu sendiri serta kurangnya sarana dan prasarana; Faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dari orang tua dan peran strategis kepala sekolah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain