Text
STRATEGI GURU KELAS DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERIDENTIFIKASI SLOW LEARNER KELAS VII B MI YAYASAN ISLAM KOTA TASIKMALAYA
Pendidikan sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Sebagai warga negara, termasuk anak yang memiliki keterlambatan belajar (slow learner) juga berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan, minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status, ras, etnis, agama dan gender.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter siswa slow learner Kelas VI-B MI Yayasan Islam dan untuk mengetahui strategi guru kelas dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa slow learner berdasarkan teori kontruktivisme Kelas VI-B di MI Yayasan Islam Kota Tasikmalaya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dimana usaha untuk mendeskripsikan seluruh gejala atau keadaan yang ada, keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Penelitian ini menggali lebih mendalam terkait masalah-masalah atau fenomena-fenomena yang akan diteliti. Adapun yang akan diteliti dalam penelitian ini yaitu sejauh mana strategi guru dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa. Dengan data yang diperoleh melalui sumber primer dan sekunder. Teknik yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara dengan pihak madrasah baik kepala madrasah, guru maupun peserta didiknya. Selain melalui wawancara, data diperoleh dengan observasi, studi dokumentasi dengan analisis data didapatkan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Guru kelas menerapkan sejumlah strategi adaptif untuk mengembangkan kemandirian belajar siswa slow learner. Dalam perencanaan, guru kelas berupaya menyesuaikan tujuan pembelajaran dan memilih media pembelajaran yang interaktif serta relevan dengan kebutuhan siswa slow learner, meskipun belum sepenuhnya membuat program khusus yang terpisah. Pada tahap pelaksanaan, guru kelas menyederhanakan materi, menggunakan bahasa sehari-hari, serta menerapkan teknik scaffolding agar siswa slow learner dapat memahami konsep secara bertahap dan mulai belajar mandiri. Rutinitas kelas yang konsisten, pemberian tanggung jawab sederhana, serta pembelajaran kooperatif juga dilakukan untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian siswa slow learner. Dalam evaluasi, guru menggunakan penilaian portofolio, catatan refleksi, dan pengamatan perilaku sehari-hari untuk memantau perkembangan kemandirian siswa slow learner, meskipun instrumen penilaian khusus masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Upaya-upaya tersebut menunjukkan bahwa strategi guru kelas yang adaptif, konsisten, dan responsif sangat penting dalam mendukung tumbuhnya kemandirian belajar pada siswa slow learner.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain